jalan

Senin, 28 November 2011

5 Tempat Ikon Bandung

5 Tempat Ikon Bandung

Kalau Ke Bandung pasti tahu tempat-tempat ini





Rasanya belum lengkap ke Bandung, kalau belum ke lima tempat ini. Yuk, kita intip 5 ikon Bandung.

Bandung, kota sejuta warna. Banyak tempat yang harus dikunjungi di Bandung, dari daerah tujuan wisata, pusat perbelanjaan sampai tempat makan dan membeli souvenir. Lima ikon kota Bandung ini akan diulas lengkap oleh tim Sendok Garpu.

1.      Gedung SateDibangun pada pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1920-1924, Gedung Sate adalah ikon terbesar di Bandung. Gedung ini disebut gedung sate karena di puncaknya terdapat 6 buah tusuk sate yang melambangkan biaya 6 gulden yang dibangun untuk membangun gedung ini. Gedung sate ini menghadap gunung tangkuban perahu di arah utara. Bangunannya yang kokoh membuatnya dapat berdiri sampai sekarang dan masih dijadikan sebagai pusat pemerintahan Jawa Barat. Bangunan yang sempat menjadi pusat pemerintahan Hindia Belanda ini dirancang sebagai perpaduan antara bangunan barat dan timur. Terdapat gaya atap pura bali, jendela ala bangsa Moor dari Andalusia, dan model bangunan pada masa Renaissance Italia.

2.      Jalan BragaKental dengan nilai historis, Jalan Braga merupakan jalan terkenal di Bandung. Jika Jakarta punya kawasan kota tua, Bandung juga mempunyai Jalan Braga. Banyak bangunan-bangunan yang masih berarsitektur Belanda di jalan ini, cocok untuk anda yang ingin berjalan-jalan dan mengambil foto. Pertokoan dan perkantoran model tempo dulu banyak berada di sini. Banyak pula dijual lukisan-lukisan menarik. Dahulu, pada tahun 1920-1940an, tempat ini adalah pusat mode terkenal seperti halnya Paris. Untuk itulah Bandung dinamai Paris van Java. Sayangnya, Jalan Braga sekarang tidak semeriah pada saat jaman dahulu.

3.      Gunung Tangkuban PerahuIngat Legenda Sangkuriang yang diceritakan waktu kita masih kecil dulu? Legenda ini erat kaitannya dengan gunung Tangkuban Perahu. Terletak 30 km di sebelah utara kota Bandung, kita dapat menjangkau gunung yang indah ini dalam waktu 30 menit dengan menggunakan kendaraan bermotor. Di sepanjang perjalanan, anda dapat melihat kebun teh dan deretan pohon pinus sambil menikmati udara sejuk. Terdapat mata air panas yang bisa ditemukan di kaki gunung serta deretan kawah memanjang dari gunung berapi ini. Gunung ini dinamai Tangkuban Perahu karena bentuknya yang seperti perahu terbalik. Pada saat cuaca cerah, lekukan tanah pada dinding kawah gunung ini terlihat jelas, begitu pula dengan dasar kawahnya. Pemandangan yang betul-betul menakjubkan. 

4.      Kartika SariSalah satu yang wajib dibawa pulang saat bepergian ke luar kota adalah oleh-oleh. Kartika Sari adalah salah satu oleh-oleh terkenal di kota kembang ini. Produk andalan Kartika Sari adalah pisang bollen (keju), dengan varian pisang bollen coklat, peuyeum (tape) bollen, durian bollen dan kacang hijau bollen. Brownies panggang dan brownies kukus juga patut untuk dinikmati. Selain itu banyak oleh-oleh dan kue kering lainnya yang dapat dijajal di sini. Kartika Sari terdapat di Kebun Kawung, Dago, Kebon Jukut dan masih banyak cabang lainnya. Saat ini Kartika Sari juga menghadirkan Madame Sari Restoran (restoran makanan khas Indonesia) di Kartika Sari Buah Batu serta Jakeju Foodcourt (Pusat Jajanan Kuliner Bandung) di Kebon Jukut.

5.      Factory OutletBanyak orang yang datang ke kota Bandung dengan tujuan shopping. Ya, berbagai jenis toko ada di sini, termasuk Factory Outlet yang menjamur belakangan. Factory Outlet adalah tempat berbelanja murah meriah. Barang-barang yang dijual di Factory Outlet biasanya adalah barang sisa ekspor yang tidak dapat dijual keluar dengan berbagai macam alasan. Indonesia sebagai negara pemroduksi pakaian-pakaian bermerek luar negeri mendapat keuntungan dengan barang sisa ekspor ini. Barang yang dijual seharga Rp 600.000,- dapat dijual Rp 50.000,- di Factory Outlet. Tak heran banyak orang yang berduyun-duyun berbelanja di Factory Outlet. Factory Outlet banyak terdapat di Jl. Setiabudi, Jl. Riau, Dago dan Cihampelas.

Selamat berpetualang ke ikon-ikon ini!

3 Trip Jalan Kaki di Bandung

3 Trip Jalan Kaki di Bandung

Jalan kaki bagus buat kesehatan. Untuk beberapa orang jalan kaki malah bisa jadi obat stres. Sebagai kota yang tidak memperhatikan kebutuhan para pejalan kaki, Bandung punya beberapa lokasi yang masih cukup nyaman buat para pejalan kaki. Yah, sedikit perjuangan lah jalan kakinya. Sedikit naik turun atau kesenggol motor. Sambil loncat juga bisa, menyebrangi bolongan-bolongan trotoar. Namanya juga di parit van java, bukan di Paris. hehehe.
Ini dia beberapa kawasan yang masih cukup nyaman untuk berjalan kaki. Sambil jalan kaki, sambil lihat-lihat pemandangan.

1. Ke pusat kota 'tua' Bandung. Ada di jl. Asia Afrika dan Braga. Dengan berjalan kaki di sekitar kawasan ini, kita bisa lihat bangunan-bangunan tua nan bersejarah. Beberapa masih dalam kondisi yang bagus, sementara yang lainnya ada yang kotor tak terawat. Nantinya gak hanya lihat-lihat aja, kunjungi juga beberapa tempat disana. Misalnya museum Konperensi  Asia Afrika, Sumur Bandung di Gedung PLN, menyantap es krim di Sumber Hidangan, dan serentetan aktivitas lainnya.

2. Kawasan Pasar Baru
Paling enak jalan kaki di Kawasan pecinan lama-nya Bandung ini di pagi hari. Masih segar dan suasananya belum hiruk pikuk. Kawasan ini adalah arena belanja banyak orang, ada Pasar Baru yang menjual semua barang dengan harga miring edun, ada pula geng penjual bahan Jeans meteran yang murah. Lalu ada yang jual bahan makanan, obat-obat herbal, dan peralatan dapur. Super lengkap. Sambil jalan-jalan bisa sambil hunting barang atau sekedar lihat-lihat juga masih menyenangkan kok. Nanti kalau jalan-jalan disini mampir deh ke satu tempat makan, jualannya Cakue & bubur Cina. Namanya  Toko Cakue dan Bapia Lie Tjay Ta dan cuma buka sampai pukul 11 siang.

3. Kampus
Ada dua kampus besar di Bandung (besar = luas). Saking luasnya, dua kampus negeri ini enak banget kalau dijelajahi dengan berjalan kaki. Adem, masih banyak pohon, trotoar lebar, dan minim kendaraan umum. ITB dan UPI. Keduanya berada di Bandung Utara. Cuma si kampus UPI ini rada sedikit di ujung Bandung Utara, tepatnya di jalan Setiabudi. Ya sekedar refreshing (atau nostalgia) gak apa-apalah jalan-jalan di dalam kampus. Itung-itung ngeceng :D

Ayo tambahin ya dimana lagi kawasan yang enak buat jalan kaki!

Penggemar Sepeda Ontel Negeri Serumpun Keliling Kota Bandung

Penggemar Sepeda Ontel Negeri Serumpun Keliling Kota Bandung
BANDUNG, RIMANEWS - Komunitas penggemar sepeda tua (ontel) dari Indonesia dan Malaysia (negeri Serumpun) mengayuh sepeda keliling Kota Bandung, Minggu (5/6/2011).
Kegiatan yang bertajuk "Kayuhan Dua Negara" (K2N) yang diikuti 35 orang penggemar sepeda Malaysia tersebut dilepas Wakil Wali Kota Bandung H Ayi Vivananda dari Balaikota Bandung.
Sekitar 1.000 orang penggemar sepeda ontel - atau dikenal onthelis - yang terlibat dalam kegiatan itu terdiri atas komunitas Paguyuban Sapedah Baheula dan Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti).
Sejumlah ruas jalan yang dilintasi konvoi penggemar sepeda ontel dari dua negara itu antara lain Jalan Tamblong, Jalan Lengkong, Sadakeling dan kawasan Jalan Buah Batu yang dua minggu terakhir menjadi kawasan "car free day".
"Kegiatan bersepeda ini sangat positif, dan salah satu cara silaturahmi dan mempererat persaudaraan kedua negara, Indonesia dan Malaysia. Kegiatan bersepeda bebas dari urusan politik," kata Wakil Wali Kota Bandung, Ayi Vivananda.
Bahkan Pemkot Bandung mendorong agar komunitas sepeda tua di Bandung untuk melakukan kerjasama dan kegiatan dengan sejumlah komunitas penggemar sepeda dari negara lain, salah satunya dari Belanda.
"Bersepeda itu sehat, diharapkan masyarakat menggunakan kembali sepeda untuk mengurangi emisi dan kepadatan Kota Bandung," kata Ayi.
Sementara itu Koordinator Kegiatan Kayuh 2 Negara, Yahya Jauhari, menyebutkan kegiatan bersepeda bersama dengan perwakilan komunitas sepeda tua Malaysia itu merupakan kegiatan balasan setelah tahun lalu perwakilan onthelis Bandung melakukan kegiatan bersepeda bersama di Malaysia.
"Tahun lalu kami ke Malaysia, dan tahun ini giliran mereka mengikuti kegiatan Kayuh 2 Negara di Bandung. Kegiatan ini akan rutin digelar, tidak hanya dengan Malaysia tapi dengan komunitas di negara lainnya," kata Yahya.
Yahya menyebutkan, penggemar sepeda onthel di Kota Bandung cukup banyak dan selama ini rutin menggelar kegiatan.
Pada kesempatan itu, Yahya menyambut baik rencana Pemkot Bandung akan memfasilitasi Festival Sepeda Onthel pada September 2011 bertepatan dengan HUT Kota Bandung.(Ian/Ant)

14 Area Mistik di Kota Bandung

Bandung memiliki beberapa tempat yang terkenal angker. Cerita di balik tempat angkernya pun ada beragam versinya, berikut beberapa tempat angker di kota Bandung :
1). Hantu Boneka di Jalan Babakan Siliwangi 
Konon katanya, di jalan tersebut pernah ada anak kecil yang tertabrak di depan pohon hingga meninggal. Agar tidak mengganggu, pohon tersebut diberi boneka yang digantung di atas pohon tersebut.

Menurut cerita dari mulut ke mulut, suatu malam hantu itu pernah melayang-layang di tengah keramaian jalan. Hantu itu berbentuk boneka panda kecil. Boneka itu adalah milik gadis kecil bernama Uci usia 2 tahun yang meninggal akibat tabrak lari pada tahun 1981.
Cerita lain mengatakan arwah perempuan tersebut terlihat di pohon sekitar Jalan Siliwangi, bergelantungan sambil membawa bonekanya dan mukanya hancur.
2). Hantu Garasi di Antara Jalan Dago-Dayang Sumbi 

Menurut informasi yang dihimpun detikbandung di rumah itu kabarnya ada mobil antik peninggalan Bung Karno. Garasi rumah itu tidak pernah ditutup, karena tiap malam terdengar suara seperti orang mengetuk pintu dari dalam garasi.
Kabarnya, di situ kadang terlihat ada penampakan anak-anak, yang suka marah saat pintu garasi di tutup.
3). Pohon Karet Angker di SMA 2 Bandung

Sekolah yang ada di Jalan Cihampelas ini punya pohon karet yang terkenal angker. Menurut kabar yang tersiar, di pohon tersebut ada suatu kelompok yang menjadikan pohon tersebut sebagai tempat syuting.
Salah seorang dari kelompok tersebut naik ke atas pohon karet itu. Saat kembali turun ke bawah, tangan orang itu sudah penuh dengan tulisan huruf sunda kuno.
4). SMA 5 dan SMA 3 Bandung

Menurut cerita, sekolah favorit yang dulu bernama Hooge Burgere School itu ditunggui makhluk halus bernama Nancy. Wanita Belanda ini dikabarkan bunuh diri di sekolah itu dan kerap menampakkan diri. Orang yang berjalan di depan sekolah ini sebanyak tiga keliling, jika beruntung bisa melihat penampakan Nancy di jendela bagian atas. Kadang juga terdengar suara piano musik klasik di ruangan musik padahal tidak ada orangnya.
5). ITB 

* Kolam mesin
Dulu sekitar tahun ’98 ada sebuah kecelakaan, sebuah mobil tercebur di dalamnya dan mengakibatkan dua orang penumpangnya meninggal di kolam itu.
Featured Video
* Sebagian besar lab-lab di mesin
* Studio gambar mesin
Disana sering ada suara meja gambar yang bergerak2 seolah- olah dipake buat ngegambar padahal setelah dicek ga ada siapa2,
* Aula Barat, katanya sih ada hantu tanpa muka.
* PAU
Yang ini udah jelas banget.. penampakan luarnya aja nyeremin. Konon katanya kalo kita lagi ‘beruntung’, bakal ngeliat ada orang jatoh dari lantai paling atas PAU dan kita bakal liat ancurnya badan tu orang.
* Lapangan sipil, yang di bawah pohon
6). Rumah Ambulance, Jalan Bahureksa No. 15

Di rumah inilah terparkir ambulance tua berbalut terpal coklat yang dijadikan ide film Hantu Ambulance . Sempat muncul kejadian aneh saat shooting film ini. Ketika terpal ambulance tua itu dibuka oleh paranormal Ki Kusumo, seorang kru kerasukan dan bohlam lampu kamera pecah. Desas-desus lain yang muncul, bekas rumah kos ini merupakan tempat prostitusi. Hantu ambulance adalah alibi untuk mengelabui warga.
7). Gereja tua di Pasteur
Menurut kabar, gereja ini dikenal sebagai gereja setan. Gereja ini berlokasi di belakang hotel Grand Aquila Pasteur dan memiliki patung gurita raksasa di atapnya
8). Patung H.C. Verbraak di Taman Maluku 

H.C. Verbraak merupakan pastor Belanda yang bertugas di Aceh pada 1870 dan beberapa daerah lain. Konon, tepat di bawah monumen itu dibuat merupakan pusara dirinya. Ia tewas di tempat menyusul kecelakaan pesawat. Berdasarkan cerita setempat, patung berwarna hitam legam setinggi 4 meter ini bisa bergerak sendiri!
9). Belakang kompleks SMA Aloysius Riau
Di suatu tempat, yaitu ruangan bawah tanah di sekolah ini merupakan bekas semacam kamp konsentrasi tentara Belanda. Digunakan tentara PETA (Perjuangan Tanah Air) untuk menyiksa tentara Belanda. Konon, ruangan ini memiliki akses tembus hingga ke Jalan Tamansari (2 kilometer dari sana).
10). Rumah tua di Jalan Dago 
Lokasinya mudah ditemukan, di pinggir jalan Dago. Di rumah ini terdapat mobil tua dan TV yang terus menerus menyala serta pagar yang tidak bisa ditutup.
11). Sekitaran jalan tongkeng (stadion siliwangi) 
Konon, disana ada seorang prajurit belanda tanpa kepala yang menunggangi kuda. Whoopers bisa coba datang jika mau memastikan keberadaannya datang aja sekitar jam 11 malam dan tiuplah peluit disana konon dia akan datang untuk mengambil kepalanya yang tergeletak dijalan.
12). Jalan cipaganti tepatnya dekat pom bensin 
Konon, disana sering ada penampakan seorang jawara (jagoan) didaerah tersebut yang meninggal dengan kepala terputus. Maka apabila melewati jalan cipaganti harus berhati-hati dan jika whoopers merasa menabrak sesuatu lebih baik jangan berhenti konon itu adalah kepala sang jawara tersebut.
13). Jalan tamansari Bandung
Yang ane tau disana sering terjadi penampakan kuntilanak.
14). Sekitar balai kota Bandung 
Konon apabila komandan melemparkan uang koin kedalam taman balkot konon Whoopers akan diikuti oleh sesosok tuyul.

Rasa Bandung dari Masa Lalu


 -Terik sore di Bandung bisa dijinakkan sedikit di Jalan Tamblong. Di jalan yang dekat dengan jalanan bersejarah kota ini, Jalan Asia Afrika, ini ada toko es krim dengan cita rasa Eropa, dari sekitar tahun 1930-an hingga 1940-an. Namanya Rasa Ice Cream & Bakery.
Begitu masuk ke dalam toko es krim dan kue, karyawati di toko ini menunjukkan nama coconut royale, es kopyor spesial, dan tutti frutti sebagai es krim yang paling kuno dan yang dijagokan oleh toko ini. Jadilah tiga jenis es krim itu yang terpilih.

Tak lama datanglah pesanan itu. Sepotong kelapa muda (sesuai nama coconut royale) yang berisi tiga skop es krim stroberi, pisang, dan moka. Sementara es kopyor spesial berisi stroop alias sirup dengan kopyor dan es krim vanilla. Lantas tutti frutti adalah es krim kuno tiga warna.

Begitu es di dalam setengah batok kelapa muda itu masuk mulut langsung nnyyyeesssss... mengusir rasa panas yang sekarang sudah menguasai Bandung.  Perkara cita rasa es krim ini, sudah bisa ditebak. Kalau di Jakarta, es krim ini bisa dibilang seusia dan setipe dengan es krim Ragusa di Jalan Veteran, Jakarta Pusat. Es krim ini dari tahun 1930-an ini diracik dua pria Italia.
Image . Di toko es krim yang di masa lampau bernama Hazes ini, es krim yang ditawarkan terasa lembut dan tak membuat enek. Rasanya ringan, sehingga melahap tiga skup es krim pun tak bikin kekenyangan.

Sekadar mengingatkan, toko es krim Baltic di bilangan Senen, Jakarta Pusat, pernah juga membuka cabang di Bandung. Sayang, kemudian tak bertahan di sekitar tahun 1970-an. Untung masih tersisa di Jalan Kramat itu. Di Bandung, toko es krim Baltic itu lantas berubah menjadi toko kue yang juga legendaris, Canary.

jalan Braga, Nuansa Kota Tua Di Bandung

Bingung memikirkan liburan akhir pekan? Rasanya amatlah tepat bila minggu ini Anda menyempatkan diri bersama keluarga atau orang terkasih untuk sama-sama berencana melancong ke Kota Bandung.
Ya, Kota yang disebut-sebut sebagai surganya Factory Outlet (FO) ini, memang menyimpan sejuta keindahan. Baik dari bangunan tempo dulunya, maupun kesejukan alamnya yang sudah pasti berbeda dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia, seperti Jakarta atau Surabaya. Maka tidak heran, setiap akhir pekan jalanan Bandung berubah menjadi macet total.
Bagi Anda yang tertarik dengan bangunan-bangunan khas Belanda, datang saja ke jalan Braga. Di sepanjang jalan ini, Anda dapat melihat pertokoan dan gedung-gedung perkantoran yang masih mempertahankan ciri arsitektur bangunan lama sampai saat ini. Dan yang lebih banyak menarik perhatian di jalan ini, adalah banyaknya kelompok remaja yang tampak silih berganti berjalan-jalan atau berfoto-foto di sudut-sudut Jalan Braga.
Untuk objek foto yang diambil sudah tentu gedung-gedung tua peninggalan masa kolonial yang masih menyisakan keindahan di masa lalunya.
Kepopuleran jalan ini bukan hanya di dalam negeri saja. Di Jalan Braga juga bisa kita jumpai para pelancong dari luar negeri yang hilir mudik mengambil objek-objek bangunan tua. Maka tak pelak lagi, Jalan Braga memang merupakan salah satu daya tarik wisata yang cukup penting di Kota Bandung.
Konon Jalan Braga sebelum abad ke-20 hanyalah jalanan becek dan berlumpur yang sering dilalui oleh pedati pengangkut kopi dari koffie pakhuis (di lokasi balai kota, sekarang) yang menuju Grote Postweg (Jalan Asia-Afrika, sekarang).
Itulah sebabnya di masa lalu Jalan Braga dikenali dengan nama Karrenweg atau Pedatiweg. Menjelang berakhirnya abad ke-19, Jalan Braga mengalami berbagai perkembangan seiring dengan pembangunan kota Bandung secara umum.
Dibandingkan dengan Jakarta dan Semarang, bangunan Kota tua di Bandung memang tidak memiliki kompleks sendiri. Namun usia bangunan-bangunan tuanya hampir sama dengan kota besar lainnya, yakni, sekitar satu abad lebih.
Dan bisa dipastikan setiap libur akhir pekan, tempat ini tidak pernah sepi dan bagi Anda yang sempat melancong pastilah rasa ingin kembali akan ada setelah Anda meninggalkan kota yang dijuluki Paris Van Java ini.
Sejumlah usulan tentang revitalisasi Jalan Braga sudah pernah diungkapkan masyarakat melalui berbagai media, salah satunya adalah dengan menjadikan Jalan Braga sebagai sentra FO, Distro, atau pusat perbelanjaan yang bergengsi seperti di masa lalu. Atau, mencontoh yang sudah dilakukan oleh beberapa kota besar di Indonesia, dengan menjadikannya sebagai kawasan wisata kota tua.
Melanjutkan perjalanan di Jalan Braga, sekitar 100 Meter Anda akan menemui Bioskop Majestic di sebelah kiri. Salah satu bangunan tua dengan keunikan khusus yaitu terdapat relief kepala naga, bangunan ini masih diarsiteki oleh Schoemaker.
Di jalan ini pula terdapat ruang jalan yang dijadikan sebagai kawasan pertokoan elite. Selain kondisi lingkungannya yang masih nyaman. Di kawasan ini para pejalan kaki juga dapat melihat-lihan etalase-etalase yang memajang pakaian-pakaian khas orang Bandung yang terkenal dengan gaya Eropanya.
Belum lagi di sepanjang jalan ruang Braga terdapat berbagai peninggalan karya arsitektur dalam bentuk bangunan dengan berbagai gaya (style). tetapi mempunyai proporsi dan harmonisasi yang baik, sehingga menimbulkan kesan sebagai satu kesatuan yang dinamis.
So, bagi Anda yang belum punya rencana liburan akhir pekan ini. Jangan ditunda lagi segeralah datang ke Kota yang juga dijuluki Kota yang paling romantis di pulau Jawa ini.

MONUMEN PERJUANGAN RAKYAT JAWA BARAT- BANDUNG

Monumen ini terletak di sebelah utara Gedung Sate Bandung. Jika kita berada di plaza monumen tersebut, secara garis lurus, kita dapat melihat dengan jelas bangunan Gedung Sate. Antara monumen dan Gedung sate,  terdapat Taman Kota, Jl. Surapati, Lapangan Gasibu, dan Jl. Diponegoro. Monumen ini dekat juga dengan Kampus Universitas Padjajaran di Jalan Dipati Ukur Bandung. Di sebelah barat dari monumen ini berdiri tegak Gedung Telkom Indonesia, dan di sebelah timur berdiri Gedung Pertamina Indonesia.
Banyak aktivitas yang sering dilakukan di monumen ini. Selain sebagai titik massa untuk berkumpul sebelum dan sesudah aksi dalam berbagai isu tuntutan, di monumen ini sering pula diadakan acara-acara hiburan. Seperti pasar malam, acara dangdut, dan acara-acara lain yang diselenggarakan oleh salah satu stasiun televisi di negeri ini.
 




Bila sore hari, pada setiap harinya di sekitar monumen ini selalu ada atraksi motor dan tak ketinggalan balap motor juga sering diadakan. Aktivitas yang kebanyakan dilakukan oleh kaum muda ini ada yang bermain skateboard, latihan marching band, latihan menari, dan sepak bola. Ada pula yang menyuapi anaknya, sementara sang ayah duduk-duduk santai sambil bermain HP. Hehehehe…ibunya nyuapin, lah ayahnya malah selingkuh…….suudzon ni yeee…..

Di monumen ini terdapat relief-relief mengenai perjuangan rakyat Jawa Barat dalam melawan penjajah. Kedua pintu besi yang menuju ke sebuah ruang di bawah monumen, dan seharusnya di ruangan itu terdapat perpustakaan, diorama perjuangan rakyat Jawa Barat, dan auditorium. Tetapi dari berdirinya monumen itu, sekitar tahun 1996 sampai sekarang, belum dibuka.

Palem botol yang tinggi berjajar menghubungkan antara monumen dan Jalan Surapati, cukup menghadirkan susasana monumental. Taman kota yang merupakan public space ini, lumayan bisa meredam karbondioksida dan dapat menampung segala aktivitas masyarakat. Namun sayang, aksi vandalisme masih bisa terlihat di sini. Kesadaran masyarakat kiranya masih perlu ditingkatkan, demi keindahan sebuah karya.